Tersebutlah dua orang muslim yang berjuang bersama dalam satu organisasi, Ikhwan Al Muslimin di Mesir. Mereka terlibat cekcok yang berakibat tidak harmonisnya hubungan diantara keduanya.
Perseteruan di antara keduanya terdengar sampai ke telinga pemimpin jama’ah pada masa itu, Hasan al Hudaibi. Maka dipanggil keduanya dalam rangka konfirmasi tentang kejadian yang sebenarnya yang menyebabkan terjadinya perseteruan.
Setelah mendengar penjelasan dari kedua belah pihak, wajah Hasan Al Hudaibi memandang tajam kepada keduanya, lalu keluarlah pernytaan terkenalnya :
” Jika kalian tidak bisa menyelesaikan masalah di antara kalian berdua, bagaimana kalian bisa menyelesaikan masalah umat ? “
Mendengar kalimat itu keluar dari lisan Hasan Al Hudaibi, kedua orang yang berselisih itu akhirnya menyadari apa yang telah mereka lakukan selama ini telah membuat tugas dakwah mereka terabaikan, akhirnya mereka berdua kembali saling memaafkan dan bersama kembali dalam pelukan dakwah.
Kisah ini sengaja saya angkat semata-mata karena prihatin atas perseteruan yang terjadi dalam tubuh PKB. Meski saya bukan anggota atau simpatisan PKB namun sebagai sebuah partai yang berbasis massa Islam terbesar di negeri ini amat menyayangkan kenapa perseteruan itu bisa terjadi.
Terlepas dari siapa yang benar dan salah di antara dua kubu, yaitu kubu Muhaimin atau kubu Gus Dur, yang pasti rugi adalah umat Islam di negeri ini. Mengapa sebab PEMILU 2009 sudah diambang mata, kekisruhan yang terjadi dalam tubuh PKB menyebabkan partai-partai yang tidak menampung aspirasi kaum pesantren akan dapat mendulang suara lebih besar, akibatnya segala kebijakan pemerintah hanya akan berpihak kepada orang-orang yang phobi dengan dunia pesantren, sebab menurut beberapa kalangan pesantren di Indonesia itu hanya menghasilkan teroris.
Cobalah memotret dari kisah di atas, sungguh menyentuh hati. Betapa umat sangat membutuhkan perhatian dari para kader-kader dakwah yang peduli dengan kemajuan umat ini. Apabila para kader dakwah berseteru dengan sesama saudaranya, bagaimana dengan nasib umat ?
Semoga kekacauan dalam tubuh PKB dapat diselesaikan secara kekeluargaan berdasarkan ikatan keislaman yang kuat, bukan berdasarkan kepentingan-kepentingan sesaat yang menyesatkan.
Semoga