Jadi teringat dengan almarhum kakek yang di masa hidupnya menderita banyak penyakit. Satu di antara penyakit yang bersarang dalam tubuhnya adalah prostat alias susah untuk buang air kecil alias pipis. Sungguh merupakan penderitaan yang amat menyakitkan tatkala anugerah bisa pipis dengan lancar telah dicabut oleh Yang Maha Kuasa, alm.kakek harus menahan rasa sakit yang luar biasa karena tak mampu pipis dengan leluasa, ibarat hasrat ingin pipis sudah begitu besar namun air yang bisa keluar hanya tetes demi tetes saja, tersiksa sekali bukan ? Semoga penderitaan yang dialami beliau menjadi tambahan amal kebaikan baginya kini, saat waktu kembali kepada-Nya telah tiba, Amin.
Lalu bagaimana dengan kita ? Beberapa kali saya saksikan beberapa orang yang diberi kemudahan untuk pipis namun tidak bisa mensyukurinya. Apa bukti tidak mensyukuri ? Mereka melakukan adegan pipis di sembarang tempat setelah itu tidak dibersihkan, main pergi saja, sehingga orang-orang yang berada di tempat itu harus tersiksa mencium bau pesing yang baunya ‘gak ketulungan, apalagi kalau sudah makan jengkol and the petey, hiyy bisa nempel tuh bau dihidung kita. Read the rest of this entry »
Saat ini isu kenaikan BBM tinggal menunggu waktu, sebab sudah bisa dipastikan BBM akan naik, hanya persoalan waktu yang tepat untuk menyampaikan kepada masyarakat. Terjadi pro dan kontra menanggapi persoalan kenaikan BBM, tak sedikit berakhir konflik antara masyarakat dengan aparat keamanan. Read the rest of this entry »
Keluarga itu hanya tertunduk pasrah menghadapi cobaan berat yang menimpa. Usia yang kian lanjut tak menjadikan sepasang suami istri itu berputus asa, padahal ke tiga anaknya menderita kelumpuhan, kelumpuhan yang datang tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya. Read the rest of this entry »
Minggu pagi sambil mendengarkan radio MQ yang biasanya memutar siaran langsung ceramah di masjid DT, mata saya tertumbuk pada dua buah liputan berita di koran harian pagi tertanggal 21 April yang lalu, hati terenyuh ketika membaca dua liputan tersebut, berita yang pertama melahirkan kesedihan yang mendalam sementara liputan yang kedua menimbulkan kebencian yang luar biasa. Read the rest of this entry »